Sebenarnya aku sudah kurang lebih 10 tahun berumah tangga dan kehidupan
kami baik-baik saja. Aku sendiri berusia 10 tahun lebih tua dari pada
istriku yang saat ini berusia 30 tahun dan sudah beranak seorang berusia
7 tahun. Walaupun sudah beranak, tetapi istriku tetap mempunyai wajah
yang cantik dan bentuk tubuh yang indah sebab sering senam dan merawat
wajah, rambut ke salon dan juga karena anaknya dulu minum susu kaleng
sehingga bentuk buah dadanya yang besar itu tetap indah dan masih
kencang serta kenyal. Juga lubang vaginanya saat habis melahirkan
langsung dijahit sehingga lubangnya kembali seperti saat masih perawan.
Jadi hubungan seks kami tetap indah. Suatu hari di tahun 1995, kami
diajak sebelah tetangga untuk nonton blue film karena baru beli laser
disc. Kami dan suami istri tetangga nonton film itu yang cukup seram
karena ada seorang wanita bule disetubuhi oleh dua orang Negro, mereka
bergantian memasukkan penisnya yang seorang ke vaginanya dan yang
seorang ke mulutnya untuk dihisap. Melihat adegan itu rupanya istriku
jadi naik birahinya sehingga memegang tanganku erat-erat dan berbisik,
“Waah rupanya nikmat sekaligus lubang atas dan bawah kemasukkan penis.”
Kutanya pelan-pelan, “Apakah kamu kepingin adegan begitu?” Istriku
dengan malu-malu menganggukkan kepalanya. Setelah selesai memutar laser
disc, kami segera pulang dan karena nafsu birahi kami sudah memuncak
segera kami puaskan dengan bersetubuh malam itu. Sambil bersetubuh, aku
tanya lagi kepadanya, “Mi, apakah kamu kepingin disetubuhi sekaligus
dengan dua laki-laki?” Istriku memandangiku sambil malu-malu
manggut-manggut kepalanya. Kutanya lagi, “Kalau lakinya dua, satunya
kamu ingin dengan siapa?” Istriku menjawab, “Terserah sama Papi saja.”
Aku teringat punya dua teman baik sejak sekolah di SMA, yaitu Lud
seorang anak turunan Ambon dengan Belanda dan Tono seorang Cina seperti
kami. Lalu kutanya lagi, “Kalau Lud atau Tono mau?” Dia menggangguk
juga. Lalu kujelaskan lagi, “Mami senang yang penisnya besar, lebih
besar dari kupunya atau yang kira-kira sama?” Istriku menjawab, “Enak
yang besar saja, seperti di film tadi.” “Oh kalau gitu ya si Lud saja
sebab dia punya panjang dan besar.” Memang kita dulu pernah mandi
sama-sama bertiga saat masih sekolah ternyata Lud punya penis dalam
keadaan mati saja besar dan panjang hanya warnanya agak hitam lalu bulu
kemaluannya juga banyak sampai menyambung ke bawah pusar juga dadanya
penuh dengan bulu maklum orang Ambon. Besok paginya segera kuinterlokal
Lud yang ada di Jakarta dan kuceritakan maksudku, ternyata Lud menyambut
dengan antusias dan sanggup datang besok sore sebab hari Sabtu kantor
di Jakarta tutup. Aku kemudian booking motel yang terdiri dari 2 kamar
dan sebuah ruang tamu dan TV. Hari Sabtu sore aku menjemput Lud di
airport bersama istriku, setelah menitipkan anak pada pembantu. Istriku
sudah siap membawa tas dengan membawa perlengkapan baju tidur segala,
saat itu istriku memakai rok panjang warna coklat tapi bagian atas
terbuka sampai dada hanya memakai baju tipis (modelnya Yuni Sara) dengan
bagian bawah ada belahannya agak tinggi di depannya sehingga kalau
jalan atau duduk pahanya terlihat putih menggairahkan. Juga bagian
atasnya terlihat sedikit belahan buah dadanya, karena istriku hanya
memakai bra strepples tanpa tali, sehingga di airpot banyak mata
laki-laki curi pandang lihat belahan buah dadanya istriku, apalagi kalau
tangannya didekapkan di bawah buah dadanya maka buah dadanya semakin
menyembul ke atas. Makin syuur..! Tepat pukul 17.15 pesawat Merpati dari
Jakarta mendarat, dari penumpang yang turun kulihat Lud menuruni tangga
pesawat dengan menenteng tas kecil. Dia memakai T-shirt dan celana
jeans. Setelah keluar pintu airport segera kusalami dia, dia
menepuk-nepuk bahuku dan berkata, “Waah, nanti malam kita betul-betul ke
nirwana”, dengan logat Ambonnya. Kemudian dia memeluk istriku sambil
mencium pipi kiri dan kanan yang mulus dan putih dari istriku. “Apa
kabar Hwa?” tanyanya pada istriku. Dia kalau panggil istriku dengan Hwa.
Kita berjalan menuju parkir dan naik mobil, untuk sementara dia duduk
di belakang sendirian dulu sambil kita cari makan. Istriku usul makan
sate kambing saja biar hot katanya. Dan usul itu kita setuju semua.
Setelah sampai motel kita segera check in, temanku sebagai tamu kuberi
kamar yang besar dengan twin bed sekaligus untuk tempat bermain seks-ria
nanti. Baru saja aku selesai dari kamar kecil menuju ruang TV yang
bersebelahan dengan kamarnya Lud yang masih terbuka pintunya, kulihat
Lud memeluk istriku dari belakang menghadap kaca rias sambil tangannya
meremas-remas buah dada istriku sehingga kedua pentil buah dadanya yang
coklat kemerah-merahan itu menyembul keluar sambil menciumi pipi istriku
yang wajahnya menengadah ke wajahnya Lud. Tangannya lud yang kanan
kadang-kadang terus meraba turun ke perut dan terus turun untuk
disusupkan ke belahan atas dari rok istriku untuk meraba pangkal paha
serta vagina istriku. Tampak istriku mulai mendesis kenikmatan serta
menggeliat dengan tangan kanannya coba memijit penisnya yang masih pakai
jeans itu. Adegan ini masih berlangsung beberapa saat walaupun mereka
tahu aku di dekatnya. Ketika kutanya pada istriku, “Mi, nikmat ya
permainannya Lud?” Istriku menjawab, “Waah, aku nggak tahan lagi Pi,
habis sejak dalam mobil tadi Lud terus mempermainkan dan meremas buah
dadaku terus.” Memang istriku kalau buah dadanya sudah dipermainkan lalu
nafsunya meroket naik, mungkin ciri khas wanita-wanita yang punya buah
dada besar. Karena Lud mau mandi dulu, maka aku dan istriku yang sudah
mandi dari rumah duduk di sofa menonton TV dulu. Istriku berkata
kepadaku, “Waah Pi, pertama aku dirangkul dan diciumi oleh Lud badanku
rasanya merinding dan panas dingin. Habis bulu tangannya dan kumisnya
begitu geli rasanya waktu menggesek tubuh dan pipiku.” “Tapi Mami bisa
nafsu ya dengan Lud?” tanyaku. Istriku dengan malu manggut-manggut. Lalu
dia bilang lagi, “Kalau nanti malam Papi tidur sendirian bagaimana?
Sebab katanya aku akan diajak tidur dengannya semalam.” “Nggak apa-apa,
yang penting Mami bisa keturutan mendapat kepuasan”, jawabku. Memang
entah kenapa perasaanku saat melihat Lud memeluk dan meremas buah dada
istriku aku tidak cemburu bahkan nafsuku menjadi berkobar, apa mungkin
aku punya kelainan seks pikir dalam hatiku. “Tadi Lud bilang kalau nanti
malam air maninya akan disemprotkan terus ke seluruh tubuhku dan
vaginaku sampai habis. Dan lendir santanku akan dikuras sampai kering
dengan penisnya”, kata istriku. Aku pesan pada istriku agar satu hal
yang jangan dilakukan adalah minum air maninya, walaupun nanti kalau
nyemprot saat dihisap. Jadi harus diludahkan. Beberapa saat kemudian Lud
bertanya pada istriku, “Hwa, apakah kamu tak bawa pakaian tidur? Tapi
kalau tak bawa ya tak apa-apa sebab nanti malam kan tak ada pakaian yang
boleh menempel di tubuhmu sebab akan kuselimuti dengan tubuhku.”
“Macam-macam kamu”, sahut istriku. Lalu istriku masuk ke kamar untuk
ganti pakaian dan sikat gigi, juga aku masuk kamar untuk lepas pakaian
dan hanya pakai CD saja. Sebentar istriku sudah selesai dan keluar
dengan mengenakan pakaian tidur dari bahan tipis warna pink hingga
terlihat CD mininya warna merah juga branya yang mini juga dari renda
warna merah juga. Melihat istriku keluar dengan pakaian yang sensual
sekali, Lud geleng-geleng dan bilang, “Waah aku bisa langsung tegang
lho”, sambil pegang-pegang penisnya. Lalu istriku duduk di sofa
sebelahku dan tangan Lud ditarik juga untuk diajak duduk di sofa juga.
Sekarang istriku diapit sebelah kiri aku dan kanan oleh Lud. Tangan
istriku dipegang Lud dan digosokkan ke bulunya di bawah pusar sampai
menyambung ke bulu kemaluannya. “Wuuuiihh, cek… cek… cek”, gumam istriku
sambil menarik tangannya. Sambil nonton TV tanganku dan tangannya Lud
mulai bekerja. Lud menciumi pipi, telinga dan lehernya istriku sehingga
kepalanya disandarkan ke bahu Lud dan menengadah untuk terus menerima
ciuman-ciuman disertai permainan lidah Lud dan tangan kanannya terus
mulai meraba dan meremas buah dada sebelah kanan dan naik turun ke paha
istriku. Aku sendiri segera melepas kancing atas baju tidurnya dan
kurogoh buah dadanya sebelah kiri untuk segera kuhisap pentilnya serta
tangan kiriku meraba paha kirinya dan vaginanya bergantian dengan tangan
Lud. Istriku tak tahan terus menggeliat-geliat sambil tangan kirinya
memijit penisku dan tangan kanannya merogoh ke dalam celana santainya
Lud untuk memegang penisnya. Adegan ini tak berlangsung lama hanya
sekitar 5 menit, karena istriku tak tahan dan minta langsung ditancap
dengan penis vaginanya. Lalu kita sama-sama masuk kamar, kulepas CD-ku
dan ternyata Lud hanya pakai celana santai saja tanpa CD sebab begitu
dilorot celananya langsung nampak penisnya. Walaupun belum hidup
penisnya cukup panjang kira-kira ada 15 cm dan besar sekali dan
kepalanya sudah menongol keluar karena dia disunat, tetapi kantong
pelirnya agak kecil. Kupunya panjang dan besarnya hanya kira-kira 65
persennya saja. Istriku juga sudah bugil benar, lalu dia ditarik Lud ke
hadapannya dan tubuhnya agak dirapatkan ke tubuh istriku jadi buah dada
istriku yang menempel agak ketat dengan dadanya yang penuh bulu. Lalu
Lud berpegang pada kedua lengan Hwa dan badannya digeser-geserkan naik
turun, ke kiri dan kanan sehingga bulunya menggesek ke seluruh tubuh
depan Hwa juga bulu kemaluannya kulihat sempat menggesek vagina istriku,
hingga istriku kenikmatan sambil memejamkan mata. Aku jadi syuur
melihatnya. “Addduuuh Lud, gila benar gesekan bulu atas bawahmu itu, tak
tahan vagina dan buah dadaku kena gesekannya”, kata istriku. Selesai
itu lalu Lud tidur dan istriku diminta menungging agak di bawahnya
sehingga mulutnya pas depan penisnya dan aku diminta mengerjakan
vaginanya dengan penisku. Saat menungging kelihatan buah dada istriku
menggantung bebas dan langsung saja ditangkap dengan kedua tangan Lud
dan terus diremas-remas. Istriku tanpa komando langsung mencaplok penis
Lud yang mulai agak tegang dan mempermainkannya dengan mulut dan
lidahnya. Lubang penisku dibuka-buka dengan ujung lidahnya dan
kadang-kadang dikocok naik turun dengan mulutnya sehingga Lud mengerang
nikmat. Aku sendiri langsung tegang keras dan terus kuhunjamkan maju
mundur ke vaginanya. Mendapat dua penis yang sekaligus mengisi lubang
atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istriku tampak bernafsu
sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedang vaginanya mulai keluar
santannya dan kental sekali. Kulihat istriku kadang-kadang tak menghisap
penis Lud tapi memepetkan buah dadanya kepenis Lud dan ditaruhnya di
belahan buah dadanya dan digosok-gosok dengan buah dadanya. Melihat itu
lalu kupegang pantat istriku dan langsung kugoyangkan maju mundur
sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok penis Lud dan
vaginanya mengocok penisku. Praktis kami laki-laki berdua diam hanya
dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat penis dua laki-laki
dan kulihat vaginanya makin banyak dengan santan kental yang berwarna
putih seperti susu. Aku bilang, “Waduuuh Lud, santannya Hwa mulai keluar
dan kental sekali Lud”. Langsung dia bilang, “Aku juga tegang banget
penisku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya oleh Hwa, ayo kita
ganti posisi.” Temanku usul supaya istriku jangan capai sebab masih
terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruh yang tidur
tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisa menapak ke
lantai. Temanku nanti akan menancapkan vaginanya dari bawah sambil
memegang dan membentangkan kaki istriku. Dan aku yang bertugas mengisi
mulut atas dengan penisku dengan jongkok tepat di atas buah dadanya
sehingga penisku tepat di hadapan mulutnya. Penisku juga langsung
dicaplok oleh Hwa yang sudah memuncak nafsunya, baru beberapa saat Hwa
melepas penisku dan mengaduh, “aachh…. Lud!” Aku melongok ke belakang
ternyata Lud masih sibuk mau memasukkan penisnya sebab belum bisa masuk,
yaah karena kelewat besar bendolan kepala penisnya saat tegang banget
itu kira-kira ada 5 cm diameternya. “Sulit banget An masuknya coba
kuberi minyak sedikit dulu”, katanya. “Masak toch padahal sudah
kumasukan penisku dan sudah ada santannya lho”, sahutku. Lalu temanku
ambil botol kecil isi minyak dan dioleskan kepala penisnya dengan minyak
lalu dia mengambil semacam longsong dari karet dengan bagian dinding
luarnya penuh bulu dari karet kira-kira panjangnya 1 cm. Longsong itu
lebarnya kira-kira 10 cm. Kemudian dipakaikan ke penisnya hingga batang
penisnya sebagian tertutup dengan longsong berbulu itu. “Ini supaya Hwa
mendapat kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Hwa?” katanya sambil
ditunjukkan ke istriku penisnya yang sudah gede dan panjang lagi hitam
itu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga
benar-benar menakjubkan kelihatannya. Istriku bilang, “Waah kayak apa
rasanya nanti Lud, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya
Lud air mani dan santanku!” “Oke” sahutnya. Lalu Lud mengangkat dan
mementang lagi kaki istriku dan ujung penisnya ditempelkan tepat di
lubang vagina istriku yang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam.
“aacch… Lud, masuk Lud penismu”, kata istriku. Memang kepala penisnya
Lud sudah masuk lalu digoyang-goyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala
penisnya supaya agak terbiasa. “Waduh Lud, Pi, rasanya seret sekali
bibir vaginaku bisa merasakan bentuk penismu Lud”, kata istriku sambil
matanya terpejam dan menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan
seluruh batang penisnya yang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.
Setelah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi, “Aduh Pi, penis Lud
mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku. Enaaknya
luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu”, dengan penis
tetap terbenam penuh Lud mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun
bergantian dengan kiri-kanan, sehingga penisnya menyapu seluruh dinding
vagina istriku. Tangan istriku mulai meremas kain sprei dan minta
penisku untuk dihisapnya. Penisku juga dipermainkan dengan lidah,
lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Aku sambil
melihat ke belakang, kulihat penis Lud mulai digoyangkan keluar masuk
sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihat bulunya
banyak santan istriku yang menempel. Setelah gampang masuk keluar
penisnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapak kakinya
manjat di pinggir kasur sehingga tangan Lud langsung meremas buah dada
yang ada di bawah pantatku. Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah
mengaduh, “Aah.. aah, aku mau klimaks, Lud, Pi!” Benar juga sekejap
lagi istriku tampak lemas sehingga menghisapnya kendor dan Lud berkata,
“Gila An, pijatan vagina istrimu kuat sekali di penisku.” Memang kalau
klimaks istriku vaginanya memijit penis dengan kuat dan nikmat rasanya.
Setelah agak kuat, istriku bilang, “Pi, Lud tolong semprotkan semua
manimu ya, aku sudah pengin hangatnya manimu sekalian.” Aku tanya pada
istriku, “Mi, gimana? Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk
merasakan 2 penis sekaligus terlaksana?” “Ya Pi, Mami puas banget dan
memang enaknya dan grengnya luar biasa sekaligus melihat, memegang dan
menikmati 2 penis, apalagi ada yang gede-gede. Mami jadi kepingin
terus”, sahutnya. Lalu Lud sudah mulai menggenjot lagi vagina Hwa dengan
penisnya dan penisku dihisap lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan.
Setelah 5 menit lagi, istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku
bilang, “Ayo An, sekarang kita puaskan Hwa dengan semprotan mani secara
berbarengan.” Lud mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar
sehingga istriku sering menggelinjang tubuhnya dan penisku mulai
dihisap lagi sambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah
dada istriku tetap menjadi bagian dari tangan Lud yang tak bosan-bosan
meremas-remasnya. Makin lama Lud semakin cepat dan semakin keras
menghunjamkan penisnya ke vagina Hwa dan mulai mendengus-dengus seperti
sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan penis terus dikocok
oleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi, creet…. creet…. cret,
maniku menyemprot masuk ke mulut istriku. Karena seminggu tak bersetubuh
maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istriku penuh
dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu penisku kukeluarkan dari
mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubang penisku
kugeser-geserkan ke bibir istriku dan langsung ditelan semua maniku.
Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari temanku, “Uuuuuh….
uuuuhh…. uuuhh”, sambil menekankan kuat-kuat penisnya yang terbenam itu
ke vagina istriku. Dan tiap kali Lud mengaduh istriku pun ikut
mengaduh, “aah Lud… aahh Lud… aah Lud.” Jadi rupanya tiap kali semprotan
mani Lud terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalu rebah tidur
sebelah istriku dan temanku juga langsung rebah menindih tubuh istriku.
Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masih
meremas buah dada Hwa. Kemudian tubuh Lud dipeluk erat oleh istriku dan
kakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Lud dengan maksud agar
penisnya jangan buru-buru dicabut dari vaginanya. Kira-kira sampai 5
menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafas
tersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci
dan ternyata Lud dengan merangkul istriku juga ikut ke kamar mandi untuk
cuci bersama. Untuk mencuci penis-penis, istriku yang bertugas karena
kepunyaan Lud yang banyak belepotan santan dari mani istriku maka
penisnya yang dicuci dulu. Kulihat dari vagina Hwa meleleh sedikit mani
yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir vaginanya memerah. Istriku
bilang, “Ya Pi bibir vaginaku merah? Itu gara-gara penis temanmu itu
toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir vagina sampai dinding
dalam vagina seret terus, sehingga vaginaku bisa merasakan lekuk-lekuk
penis Lud.” “Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?” balas Lud. Istriku
tertawa tanda setuju, sambil terus mencuci penis Lud dan kemudian
penisku. Setelah itu giliran istriku vaginanya mau dicuci oleh tamanku,
istriku duduk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian vaginanya
dicuci dan jari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil mani
yang menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke
istriku. Istriku bilang, “Wah Pi, maninya Lud ngendon dalam vaginaku nih
sebab tadi semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar
sedikit sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa
hangat dan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai
rasanya masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?” “Biarin saja lama-lama kan
keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih
akan disemprot lagi.” “Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi
akan kusemprotkan sampai habis maniku ke vaginamu”, sahut Lud. Istriku
menjawab, “Betul Lud, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang
kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas.” Setelah
selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil
makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata, “An, kamu beruntung
sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah baya dan punya anak tapi
buah dadanya masih berdiri menantang tidak jatuh, juga perut dan
pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang tak tegang terus lihat
tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya juga yahut, kalau jadi istriku
tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali! Istriku berbisik padaku,
“Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2 laki-laki
sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta nikmatnya pun
tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Lud ya, aku akan melayani
Lud untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnya supaya tak kecewa
kalau balik ke Jakarta.” Aku menjawab, “Boleh saja, Lud malam ini Hwa
biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu
padanya.” “Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya
dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku”, kata Lud.
Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Lud sedang pahanya
di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang penis Lud lalu digosokan
ke pipinya dan diciuminya. Tangan Lud diletakkan di buah dada istriku
sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup bibir
istriku. Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampai sulit
bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah
mempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya
dan penisku sambil digesek-gesek dengan betisnya. Lud kadang-kadang
memeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening dan
bibir istriku dan tangan istriku pun mengusap-usap dadanya yang berbulu
itu. Kemudian Lud berkata padaku, “An, sebenarnya aku sudah lama tiap
kali bertemu dengan Hwa, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam ini
jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemani
tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Hwa dan
penisku akan kusimpan dalam vaginanya sepanjang malam. Aku akan
memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Hwa.” “Boleh
Lud, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas”,
sahutku. “Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja
sebab Mami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti
pintu kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk
ikut juga”, kata istriku. Setelah itu Lud bertanya pada istriku, “Apakah
kamu sudah fit lagi untuk main?” Istriku menjawab, “Aku selalu siap
setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam ini aku benar-benar sehat
makin mendapat semprotan mani semakin sehat rasanya, sebab manimu tadi
yang keluar hanya sedikit lainnya masih berada di dalam rasanya masih
hangat di dalam perutku, Lud.” Setelah itu Lud berdiri sambil membopong
istriku dibawa masuk ke kamar dan ditidurkannya. Lud memanggilku untuk
menemani istriku dulu karena dia akan ke toilet dulu, kesempatan itu
kupakai untuk mencium dan mengecup bibirnya dan mengulangi pesanku, “Mi
jangan lupa kalau maninya lud disemprotkan ke dalam mulut hati-hati
jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau penisnya dimasukkan ke dalam
lubang anusmu!” “Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi”, sahut istriku.
“Selamat menikmati penisnya Lud yang gede ya Mi, nanti Papi diberi
ceritanya ya!” kataku. Saat itu Lud sudah balik masuk kamar dan aku
duduk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adegan
permainan Lud dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka. Lud naik ke
tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudian dadanya yang penuh
bulu digesek-gesekkan ke buah dada istriku sehingga istriku
menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu perut, dan
vaginanya. Setelah itu Lud naik lagi lalu mulai menciumi kening hidung
dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku dengan mengeluarkan
lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampai istriku meronta
karena geli dan tangan istriku segera meraih penisnya yang selama ini
menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek paha istriku. Segera
dipijit-pijitnya penis Lud dan kadang-kadang dikocok juga serta kantung
buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuat Lud lebih ganas dia
segera mencucupi puting buah dada istriku sambil tangannya meremas-remas
buah dadanya dengan harapan ada air susu yang keluar. Tapi walaupun
buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalau diperas. Penisnya
dipermainkan oleh istriku tampak tegang dan panjang banget, lalu Lud
mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di vagina dan penisnya
tepat di wajah istriku. Keduanya yang langsung beraksi, penisnya yang
gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah seluruh bagian kepalanya
yang nampak gempel besar itu sambil batang penisnya dipijit terus oleh
istriku dan dia terus mencucup clit dan lubang vagina istriku. Kurang
lebih 10 menit adegan ini lalu gantian Lud yang tidur dan istriku yang
duduk di atas penisnya tepat dengan vaginanya. Kepala penisnya
dimasukkan ke dalam vagina istriku lalu mulai diputar pantatnya sehingga
penisnya berputar dengan dipegang bibir vagina istriku sedang tangan
Lud tetap meremas buah dada istriku. Kira-kira sudah 10 menit lewat mani
Lud tetap belum menyemprot dan istriku juga belum klimaks, lalu oleh
istriku mulai digoyang naik turun pantatnya kadang-kadang pelan
kadang-kadang cepat sehingga penisnya keluar masuk vagina seperti
dikocok dengan vagina. Dengan posisi ini baru 5 menit istriku klimaks
dan dia diam terduduk di atas penis Lud dengan vaginanya memijit penis.
Setelah fit lagi digoyang lagi sampai klimaks lagi istriku. Akhirnya
istriku menarik Lud untuk duduk dan istriku tetap duduk di penisnya dan
kakinya diselonjorkan di antara tubuh Lud. Lalu Lud yang ganti
menggoyangkan pantat istriku maju mundur sambil kadang-kadang istriku
ditidurkan ke belakang dan Lud tetap mendekapnya. Dalam waktu 15 menit
dengan posisi ini istriku sudah mengerang karena klimaks sampai 2 kali.
Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan, lalu Lud menindih
istriku setelah penisnya dimasukkan semuanya ke vagina istriku, lalu
pantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit dan
seluruh vagina istriku dan penisnya memutar di dalam lubang vagina
sehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas
sprei. Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuat
oleh Lud. Yaah, menonton itu penisku jadi tegang terus sampai kemeng
rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menit
lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sudah mencapai
klimaks sampai 2 kali. Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanya
ditumpangkan ke kedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalu
pantatnya digoyangkan naik turun hingga penisnya ikut juga. Dengan
posisi ini penisnya betul-betul kejepit dengan bibir vagina istriku
sehingga gesekannya betul-betul terasa di vagina istriku sampai istriku
berulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saat klimaks.
Lud minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya dan
ganti istriku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hingga penis
Lud diputar dengan vagina istriku. Kira-kira 5 menit lewat masih belum
lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar penisnya oleh istriku
5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiri yang
klimaks lagi. “Aduuh Lud… aduh Lud…. nikmatnya luar biasa aku sudah tak
kuat menahannya lagi semprotkan manimu Lud”, pinta istriku. Baru
kemudian posisi istriku ditarik ke bawah sehingga pantatnya di pinggir
kasur, kemudian Lud turun dan kaki istriku diminta mentang lebar-lebar
dan diangkat tinggi lalu Lud menancapkan penisnya dari bawah dengan
sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buah dadanya. Lalu
mulailah ditembaknya vagina istriku dengan penisnya, pertama mulai
pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknya sampai
tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk itu terpaksa
tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnya supaya
kalau ditembak keras vaginanya, pantatnya tak naik tapi penisnya yang
deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku. “Aduuh Lud…
aduh Lud… nikmat banget penismu Lud, tapi aku tak kuat menahan
nikmatnya Lud…, aku butuh manimu Lud dan penismu sudah makin hangat
Lud”, teriak istriku. Akhirnya “Huuuuh”, desis Lud dan “Cruttt”, maninya
muncrat, “Huuuh”, desis Lud lagi dan “Cruttt”, maninya muncrat lagi dan
setiap kali maninya muncrat istriku mengerang, “aach… sseett!” Setelah
itu Lud tengkurap di tubuh istriku, “Lud tubuhku hangat rasanya kena
semprotan manimu”, kata istriku. Kemudian tubuh istriku diangkat naik
dan Lud segera tidur di sebelahnya dengan memeluk istriku dan penisnya
yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalam vagina istriku dan
kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti. Melihat itu walaupun
penisku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikir istriku capai apalagi
vaginanya masih disumpal dengan penis Lud, jadi terpaksa aku masuk ke
kamar dan tidur. Suatu saat aku terbangun, karena terasa penisku
dipijit-pijit dan ketika membuka mata ternyata istriku dengan masih
dibopong di muka berpelukan oleh Lud tangan istriku memijit-mijit
penisku. Ketika aku bangun, istriku bilang, “Ayo Pi jangan tidur saja
Mami mau disemprot Mani lagi berdua berbarengan.” Eeeh, ternyata
pikiranku tadi meleset, kukira istriku yang lemah lembut itu sudah capai
tadi ternyata masih ingin dikerjain berdua lagi. Aku lihat ternyata
vagina istriku tetap didongkrak dengan penis Lud, jam saat itu sudah jam
1 tengah malam jadi aku sudah tidur dua jam. Kemudian istriku
ditidurkan di bawahku dan langsung Lud mulai menembak vagina istriku
dengan penisnya yang gede itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan
penisku ke mulut istriku untuk dihisap. Penisku terus dijilati disedot
lubangnya sambil kantong penisku diremas-remas dan rambut bawah kantong
penisku ditarik-tarik juga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan
jarinya hingga aku terus bernafsu dan tegang lagi. Memang kalau kita
main bertiga ini tambah terangsang demikian juga Lud yang menembakkan
penisnya semakin seru dan nafasnya mulai ngos-ngosan dan crot… crot…
crot, maninya muncrat ke dalam vagina istriku, kulihat itu tak tahan
juga langsung maniku kulepaskan juga dan memenuhi mulut istriku dan
setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan padaku kalau maniku sudah
habis masuk. Dan Lud pun lalu menelungkup di atas istriku untuk
istirahat, tapi mulutnya masih sempat menghisap-hisap pentil istriku.
Lalu dia bilang, “Waah Pi, mani Lud rupanya masuk terus ke dalam rahimku
sebab tiap nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena vaginaku
disumpal terus dengan penisnya Lud ya Pi? sebab biasanya kalau punya
Papi paling 1 jam sudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras
banget.” Belum sempat kujawab, Lud bilang, “Gila, istrimu itu minta
disumpal terus vaginanya, pokoknya penisku malam ini tak boleh lepas
dari vaginanya.” “Nggak Pi, Lud yang minta dulu supaya penisnya dipendam
semalam suntuk dalam vaginaku, dan aku setuju”, jawab istriku.
“Penisnya terasa hangat terus di vaginaku, dan kalau mulai tegang terasa
mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknya Pi, kalau
tidur walaupun sudah tidur pula penisnya tetapi kepala penisnya tetap
nyantol di bibir vaginaku jadi tak mau lepas seperti Papi punya biasanya
lepas sendiri kalau tidur.” kata istriku. Setelah fit kembali istriku
dibopong lagi dengan masih disodok vaginanya dengan penisnya dan dibawa
balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagi karena mengantuk. Seperti
biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain kebiasaan kadang-kadang
penisku tegang sendiri jam-jam itu. Pagi itu penisku juga tegang lalu
aku bangun dengan maksud mau naiki istriku, kumasuk ke kamarnya ternyata
istriku masih tidur berpelukan dengan Lud dengan tubuh diselimuti. Aku
mencoba mendekati kepala istriku dan kubelai-belai pipinya dan istriku
terbangun. Aku bilang, “Penisku tegang nih, yo tak semprotkan ke
vaginamu.” Istriku berbisik, “Aduuuh Pi, penis Lud masih menancap terus
dalam vaginaku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya,
Papie tak hisap saja ya penisnya?” “Oke”, sahutku. Lalu istriku
menengadah dan kudekatkan penisku supaya bisa masuk ke mulutnya, lalu
kukocok sendiri penisku dan kugosok-gosokkan kepalanya ke bibirnya dan
kadang-kadang kumasukkan dalam-dalam ke mulutnya. Karena sudah cukup
lama tegangnya tak lama hanya 5 menit maniku sudah muncrat lagi ke dalam
mulut istriku dan kemudian seluruh bagian kepala penisku dijilati untuk
membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelan semua maniku. Aku
bertanya, “Mami tidak nelan maninya Lud toch dan tak dimasuki lubang
anusnya juga ya?” “Tidak Pi, semua maninya Lud masuk ke dalam vaginaku
dan sampai sekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang
dalam perut yang hangat! Lalu Lud hanya mencabut penisnya kalau minta
dihisap setelah itu dimasukkan kembali ke vaginaku”, jawab istriku.
Kukecup bibirnya dan kubisiki, “Baik-baik ya Mi, semoga dapat kenikmatan
lagi!” Lalu aku keluar kamar dan tiduran lagi. Aku terbangun lagi pukul
6 pagi langsung kupergi mandi dan kemudian duduk di sofa menonton TV.
Ternyata istriku baru saja diajak bersetubuh lagi oleh Lud, karena baru
saja berada di atas istriku kemudian tidur lagi dengan berangkulan lagi.
Karena bosan lihat TV lalu kupergi keluar untuk lihat pemadangan alam
dan jalan-jalan di taman. Kira-kira sejam kemudian aku balik ke motel
dan kulihat kamarnya sudah kosong, rupanya mereka mandi berdua. Aku
masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur ada gelang karet berbulu yang
dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda. Aku nonton TV lagi,
rupanya lama sekali mereka mandi. Kucoba mendekat ke pintu kamar mandi
dan menempelkan kupingku di pintu, oh ternyata mereka main lagi dalam
kamar mandi sebab terdengar rintihan istriku, “Aduuuh Lud… aduuh Lud…
enaknya penismu Lud, nikmat banget Lud rasanya.” Kemudian suaranya Lud,
“aach… Hwa, vaginamu juga nikmat, aku kangen terus dengan vagina dan
payudaramu yang kenyal ini Hwa!” Aku balik nonton TV lagi jadinya,
kira-kira 30 menit lagi mereka keluar dari kamar mandi dengan
masing-masing berbalut handuk tubuhnya dan sekarang sudah pisah tidak
nyantol lagi penisnya di vagina istriku. Mereka masuk ke kamar dan ganti
pakaian, kulihat istriku pakai celana dalam mini warna merah dan pakai
bra mini warna merah juga, lalu pakai rok bawah mini hitam dan kaos
strip hitam putih tapi pendek jadi hanya sampai bawah bra saja, jadi
perutnya yang langsing putih agak kelihatan dari luar. Melihat istriku
pakai kaos agak ketat, Lud bilang, “Hwa, kamu jangan pakai bra saja
lebih bagus karena kaosmu ketat.” Istriku pertama menolak, “aah katanya
mau keluar makan dan nanti mau pulang segala nggak enak kalau tak pakai
BH.” Lud bilang, “Kita kan hanya makan di restoran sini saja sebelum
pulang, sebab nanti aku masih mau main lagi Hwa.” Jadi terpaksa istriku
menurut dengan melepas lagi BH mininya. Eeeehh, ternyata betul juga
pendapat Lud, sebab tanpa BH pun ternyata buah dada istriku tetap tegak
menantang hanya bedanya putingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan
kalau jalan kelihatan sedikit bergoyang-goyang buah dadanya. Setelah
semua siap kami pergi makan ke restoran hotel pukul 8.15, di sana kita
lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam di hotel itu sebab yang
cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesai makan kita
jalan-jalan di taman sebentar sambil ngobrol-ngobrol lalu balik ke motel
dan duduk untuk nonton TV. Baru beberapa menit perutku terasa sakit,
terpaksa aku ke kamar mandi untuk buang air besar. Selesai buang air
besar aku mau menonton TV lagi, ternyata mereka berdua sudah tak ada dan
masuk ke kamar lagi. Aku melihat istriku sudah tak mengenakan kaos lagi
tapi sedang memakai BH mininya, sedang Lud sedang melepas celana dan
kemudian bajunya lalu dia menarik istriku dan ditidurkannya ke ranjang
lalu ditindihnya lagi istriku, yaah rupanya mau main lagi mereka.
Ternyata benar, rok mini istriku dilepas lalu CD mininya disingkap ke
pinggir pangkal paha lalu penisnya dikeluarkan dari CD-nya dan
dimasukkan ke vaginanya istriku. Jadi Lud main dengan masih pakai CD dan
istriku pakai BH dan CD mini. Karena branya mini, otomatis payudara
istriku mencuat keluar ketika terkena remasan tangan Lud sambil
pantatnya terus menggenjot naik turun dengan cepatnya. Kira-kira hampir
10 menit terdengar istriku berteriak, “Aduuuh Lud, hangatnya manimu,
lepaskan semua manimu Lud!” karena sebelumnya istriku cuma mendesis
terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Lud jatuh menelungkup di atas
istriku. Karena sudah hampir jam 10 kubangunkan mereka, sebab Lud harus
berangkat pulang dengan pesawat jam 11.00. Kuselesaikan semua rekening
hotel sementara mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airport
tepat sampai airport pk 10.30. Lalu kita ngomong sebentar dan Lud usul,
“Kalau lain kali kita main berempat dengan istriku, bagaimana?” Pertama
istriku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Lud
menjelaskan kalau wanita itu adalah keponakannya sendiri yang kerja jadi
sekretarinya dan kadang-kadang melayani tamu-tamunya yang membutuhkan
hiburan. Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19 tahun, cukup
seksi hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dari istriku. Kalau
istri dia pasti kurang ramai karena agak kerempeng dan tidak ceria, jadi
aku dikhawatirkan tak bisa tegang. “Jadi bisa ramai Hwa, kita main 2
pasang dalam satu kamar pasti hot”, kata Lud. Akhirnya istriku setuju
kapan-kapan main berempat, tiba-tiba istriku pergi lari-lari ke kamar
mandi. Setelah pulang dari kamar mandi, aku bertanya, “Ada apa?” Dia
menjawab sambil menunjukkan CD mininya yang digenggam. “Waah, maninya
Lud mulai keluar, CD-ku sampai basah dan lengket jadi tak nikmat
dipakai. Mungkin rokku juga basah belakangnya.” Ternyata betul bagian
bawah vaginanya basah, karena Lud sudah hampir check in lalu kami berdua
langsung pamit pulang dulu setelah dikecup bibirnya oleh Lud. Kami
segera menuju mobil dan jok tempat istriku duduk dilembari dengan kertas
koran, hampir sampai di rumah istriku mengeluh lagi, “Aduh Pi, maninya
keluar lagi rasanya basah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit Pi!”
Kukebut terus dan sampai di rumah mobil kuparkir di tepi jalan dan
istriku turun lalu menekan bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan
segera istriku masuk ke kamar utama kita dan masuk ke kamar mandi dalam
tanpa ditutup pintunya. Karena anakku sedang tidur di kamarnya, aku
langsung masuk ke kamar utamaku, kulihat istriku lagi melepas rok
mininya lalu duduk di closet. Melihat aku datang, istriku bilang, “Papi
sini lho, lihat Pi pahaku kena cendol maninya Lud dan itu keluar terus
banyak.” Kulihat paha istriku dan bulu kemaluannya basah kena mani dan
dari lubang vaginanya keluar jatuh mani Lud yang seperti cendol itu.
Melihat itu aku malah jadi nafsu, penisku jadi tegang, terpaksa aku
melepas semua pakaianku. “Papi pasti tegang toch kalau lihat vaginaku
belepotan mani begini”, kata istriku sambil mulai memegang penisku. Lalu
kutarik lepas kaos istriku. “BH-nya jangan dulu ya supaya Papi lebih
terangsang kalau Papi mainan payudara Mami!” kata istriku. Istriku
bilang kalau tadi malam sampai pagi tadi dia disemprot mani Lud sampai 7
kali, yaitu jam 8 malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main
saya nonton TV, jam 1 tengah malam waktu main di kamar saya, jam 3
fajar waktu penis Lud tegang sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot
ke mulutnya, jam 8 pagi saat di dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu
mau pulang. “Hebatnya Lud itu sejak dari awal sampai yang terakhir
semprotannya keras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama,
maka dari itu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat kutekan
perutku dan mulai keluar terus maninya”, kata istriku. “Mi, kalau sudah
habis cuci dulu vaginanya, aku sudah nggak tahan nih.” Istriku
buru-buru mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalu kuangkat dia
dan kuletakkan di atas tempat tidur. Tanpa tunggu macam-macam aku segera
menaiki istriku dan kutancapkan penisku ke vaginanya. “Wah Mi, vaginamu
masih seret juga buat penisku, kukira jadi longgar kemasukkan penis
gedenya Lud”, kataku. Istriku lalu cerita, “Waktu penis Lud ditanam
semalam suntuk dalam vaginaku, begitu mulai kurang tegangnya vaginaku
kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanya saja yang nyantol di bibir
vaginaku dengan maksud supaya jangan sampai longgar liangnya. Apalagi
Lud selalu pakai cincin bulu kuda itu kalau di dalam banget geli rasanya
kalau goyang sedikit, kalau di luar kurang geli sebab yang kena cuma
bibir vagina saja. Kalau mainnya Papi dan Lud sama saja, hanya Lud kalau
sudah nafsu banget agak kasar mainnya, lain dengan Papi tetap semangat
tapi mesra. Hanya Papi punya kalah besar dan panjangnya saja, tapi Mami
mau belikan alat yang bisa buat memperbesar dan memperpanjang penis,
tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supaya punya Papi bisa jadi
panjang dan besar. Memang saat Lud mau menyemprot, Mami selalu tekan
pantat Mami ke atas supaya penisnya bisa amblas masuk semua sebab kalau
nyemprotnya di dalam rasanya hangat, nikmat dan nikmat. Papi punya kalau
nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agak encer juga bisa langsung
kena mulut rahimku jadi hangatnya nikmat Pi.” “Pi ini lho selain leher
buah dadaku juga dicupang oleh Lud, tapi nanti Mami gosok dengan minyak
kayu putih supaya cepat hilang”, kata istiku sambil melihatkan buah
dadanya yang dicupang. Mendengar cerita istriku itu aku semakin menggebu
mengangkat turunnya pantat dan segera hak BH istriku yang terletak di
bagian depan itu kubuka hingga buah dadanya yang semakin kencang itu tak
tertutup lagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan
kugigit-gigit putingnya. “Aduuh Pi, nikmat banget Pi, aku sudah kangen
dengan penisnya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya Pi, aku
masih merasakan seret gesekan penisnya Papi. Pi mau keluar ya? kok
sudah anget banget penisnya?” tanya istriku. Benar juga tak lama lagi
creeett…. creeettt, maniku menyemprot. “Waah… maninya Papi nyemprot ke
dalam, sebab semprotannya keras tapi agak encer. Bisa jadi satu dengan
Lud punya nih!” kata istriku. Karena capai kami berdua tiduran tapi
akhirnya tertidur juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar