Sabtu, 05 Februari 2011

CERITA DEWASA

 Bagi anda yang muna,,sok alim,dan tidak suka dunia yang gelap,silahkan tutup halaman ini dan segera keluar dari blog ini, TAPI bagi anda yang suka dunia yang gemerlap dan yang happy2 silahkan lanjutkan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ENJOY YOUR SELF!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 Keperwananku yang Di ambil Pacarku

perkenalkan nama saya Lisa. saya gadis berumur 19 tahun.cerita sex saya berawal pada
saat saya berada di bangku sekolah menengah pertama.saat itu saya duduk di bangku
kelas 2, pada bulan februari saya bertemu dengan seorang laku-laki bernama Juda.
Juda duduk di bangku sekolah menengah atas. Kami saling jatuh cinta dan akhirnya
kami memutuskan untuk menjalin hubungan.Pada awal-awal masa pacaran kami hanya
melakukan oral sex, itupun aku lakukan karena aku takut kalau di kecewa dan
berpaling dariku (karena sebenarnya aku tidak mau). Kami sering sekali bertengkar
karena masalah yang sama yaitu karena aku selalu menolak setiap kali aku di ajak
berhubungan badan.
Itu aku lakukan karena aku ingin mempertahankan keperawananku saat
itu.Kejadian ini bermula saat orang tuaku pergi, karena kebiasaan kedua orang tua ku
kalau pergi pasti pulangnya pagi.aku menghubungi pacarku itu, aku menyuruhnya agar
ia cepat datang ke rumahq karena rumahku sedang sepi.selang 15menit
kemudian dia meneleponku dan mengatakan bahwa dia sudah ada diluar pagar rumahku.
aku pun mengambil kunci gembok pagar rumahku dan membukanya dengan hati-hati.
setelah pintu aku buka dengan cepat pacarku langsung lari ke arah kamarku. karena
kebetulan kamarku berada di paling depan dan ada pintunya.setelah aku kembali ke
kamar dia memastikan bahwa tidak akan ada celah untuk orang melihat dan masuk.Lalu
dia mulai menciumi bibirku, aku pun menyambutnya dengan penuh senang hati. sambil
menciumi aku dia mulai meraba-raba tubuhku. di mulai dari mengelus-ngelus pantatku,
kemudian naik ke ke dua buah dadaku.Lalu dia menjatuhkan ku di atas tempat tidurku.
dia terus menciumi aku dengan penuh nafsu, lalu kedua tangannya menerobos masuk ke
dalam buah dadaku yang masih kencang meskipun itu tidak terlalu besar hanya sebesar
satu kepalan tangan. dia mulai membuka baju tidurku dan dengan cepat ia
melepaskannya dari tubuhku, dan sekarang aku sudah setengah telanjang.
lalu mulutnya turun ke buah dadaku dan dia mulai menciumi buah dadaku sambil
menyedot-nyedot puting susuku yang kecil itu.tak lupa tangannya menyelinap masuk ke
dalam CD ku.setelah lama ia memainkan buah dadaku, kini ia melepas baju dan
celananya. tak lupa ia juga melepaskan bawahan yang masih aku pakai beserta CD yang
aku kenakan.dia pun mulai mengarahkan penis nya ke dalam mulutku, lalu aku kulum
dan aku jilati kepala batang kemaluannya itu.tak lama berselang lalu dia meminta ku
untuk memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku.
namun aku menolaknya. dia terus merayu dan entah setan apa yang masuk ke dalam
fikiranku saat itu lalu aku mau memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dengan
syarat dia yang harus memasukkannya.
lalu aku di tariknya ke tepi tempat tidur dan dia mencoba memasukkan
kejantanannya ke dalam vagina ku. terasa sangat sakit seakan ada yang merobek
vaginaku. maklum karena aku sama sekali belum pernah melakukan hubungan badan.
karena melihatku kesakitan dia berhenti sejenak dan mencium bibirku.
setelah beberapa menit kemudian dia mulai memaju mundurkan batang penisnya itu ke dalam vaginaku
yang masih sempit itu.tanpa tersadar aku mendesah-desah sehingga ia semakin
bersemangat untuk memaju mundurkan batang kemaluannya, dan semakin cepat ia
memompa,lalu dia mengeluarkan batang penisnya dan keluarlah cairan mani di atas
perutku.setelah itu kami beristirahat sejenak.
pacarku meminta agar sekarang ganti aku yang berada di atas. akhirnya aku pun naik
ke atas tubuhnya. aku langsung memasukkan batang penis itu kedalam vagina ku.
lalu aku menaik turunkan tubuhku sambil aku menciumi pacarku itu,.
tak lama kemudian rasanya tubuhku bergetar dan merasakan akan ada cairan
yang keluar dari dalam vaginaku.
melihat aku seperti itu sekarang gnti pacarku yang berada di atas dan mempercepat genjotannya.
Arrgggggggggggggggggggggghhhhh.. keluarlah cairan cintaku,setelah itu
kami beristirahat.sesaat setelah kejadian itu pacarku merasa menyesal
karena telah memerawani aku. dia takut kalau aku hamil.

Ulah biadab 4 teman cewekku

Mungkin anda semua berpikir kalau korban perkosaan pasti adalah wanita, namun tidak
demikian dengan saya. Yang saya alami ini adalah nyata.
xxxxx
Perkenalkan, nama saya Andi. Saat ini saya berusia 22 tahun. Secara fisik banyak
yang bilang saya tampan. Namun bisa dibilang saya ini culun abis dan agak kurang
pergaulan. Sejak dari SD saya terbiasa mengancingkan kerah baju bagian atas. Dan
entah kenapa sampai saat ini, saya nyaman-nyaman saja dengan penampilan saya itu
meskipun banyak yang bilang culun. Saya juga sudah sangat sering menjadi korban
jahil teman-teman.
Kejadiannya kurang lebih 6 tahun yang lalu, ketika saya masih SMA kelas 1. Hari itu
hari sabtu. Semua terasa biasa saja, sampai jam menunjukkan pukul 3 yang merupakan
waktu pulang sekolah. Kejadian itu takkan pernah saya lupakan. Saya
merupakan anak terakhir yang meninggalkan kelas pada saat itu.
Karena rasa kebelet kencing saya sudah tidak terelakkan, saya bergegas ke kamar
kecil. Begitu sampai disana, langsung kubuka resleting dan piss curr,…. (*maaf,
memang saya merasa kurang nyaman dengan celana dalam, jd saya hampir tidak prnah
mmakai celana dalam, hehe). Selanjutnya saya bergegas keluar dari kamar mandi dan
selanjutnya pulang.
Tiba-tiba begitu melewati depan kamar mandi wanita, ada seorang teman sekelas saya
wanita menyapa. namanya Jenny.
“Hai ndi, blum pulang?” tanya Jenny.
“Iya Jen, ini baru mau pulang” jawabku.
“Mau bareng gak?” tanya Jenny.
“Oh, nggak usah Jen. Aku ngekos didepan situ kok” jawabku.
“Hmmm, yaudah” jawab Jenny agak ketus.
“Duluan ya Jen” aku pamit
Jenny tidak mnjawab. Tiba2 dia memanggilku.
“Eh, Andi sini dong” pinta Jenny.
“Ada apa?” tanyaku penasaran.
Tiba-tiba dari dalam kamar mandi muncul 3 orang temannya yang juga merupakan teman
sekelasku. Mereka langsung membekapku
dengan sapu tangan dan menyeretku ke dalam kamar mandi. Dari sapu tangan itu, aku
mencium bau-bau alkohol seperti yang biasanya ada di Lab. Kimia. Seketika itu aku
pun tak sadar.
Begitu sadar, aku merasa pusing sekali. Tapi aku bingung. Dimana aku?? Kenapa aku
masih mengenakan baju seragam lengkap?? Lalu aku menyadari bahwa aku ditidurkan
dengan tangan kakiku diikat dipojok-pojok kasur. Mulutku juga dilakban. Ada apa
ini?? Siapa yang menjahiliku??
Beberapa menit kemudian muncul seorang wanita yang kukenal. Tak lain tak bukan
adalah Jenny dan ketiga temannya, Rini, Eka, dan Cindy. “Welcome to my house, Andi”
kata Jenny sambil tersenyum. “Oh, tidak. Apa yang yang akan mereka lakukan padaku”
pikirku dalam hati. Kucoba meronta-ronta tapi mereka tidak menggubrisnya. Mereka
malah tertawa-tawa. Tiba-tiba Jenny bertanya pada Cindy, “Let’s start the party?”,
“Ok guys, Tancaaap!!” jawab Cindy.
Tiba-tiba mereka semua melepas semua pakaian mereka, alias telanjang atau bugil.
Seumur-umur baru kali itu saya
melihat wanita tanpa busana. Bahkan saya tidak pernah melihat bokep sebelumnya.
Secara alamiah penis saya tiba-tiba ereksi. Cindy melihatnya, kemudian berkata pada
Jenny “Jen, lihat tuh”. Mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak begitu melihat
ada yang menonjol dari celana saya.
Tanpa instruksi, tiba-tiba Rini membuka resleting celana seragam abu-abu saya. Dia
kaget dan berkata “Parah!! Ni anak kagak pake kancut. Eh, tapi lumayan gede jg titit
lo”.
Aku yang sedang bingung dan ketakutan hanya terdiam saja.
“Gue nyicip duluan ye” kata Rini. Tiba-tiba dia langsung mengulum dan menghisap
penisku. Aku yang tidak tahu apa-apa tentang seks sebelumnya langsung terkejut.
Seperti disetrum rasanya. Inginku meronta-ronta tapi semua sia-sia. Ikatan tali itu
telalu kuat. Mulutku juga dilakban.
Tiba-tiba ada rasa seperti ingin kencing, tapi ini lain. Terasa nikmat sekali. Dan
“aaagghhh” aku merasakan ada cairan yang keluar dari penisku dan masuk ke mulut
Rini.
“Apa ini??” pikirku
“Hmm, boleh juga lo” kata Rini padaku.
“Ni, siapa mau? Tar klo uda gw lagi ye.” kata dia pada yang lain.
“Gampaang. Hari ini mpe besok, Andi buat kita. Hahahhaa” kata Jenny sambil tertawa.
“Apa?? Aku diginikan sampai besok?? Dimana orang-orang rumah ini??” pikirku dalam hati
Tidak seperti Rini, Jenny tidak mengulum penisku. Dia langsung memasukkan ke dalam
lubang di daerah pantatnya. “Apa ini vagina??” pikirku sambil ketakutan. Selanjutnya
Jenny menggenjotnya dengan penuh semangat.
“Aaagghh, tolong hentikan ini” pintaku dengan tidak jelas karena mulutku masih
dilakban.
Tiba-tiba rasa ingin kencing itu muncul lagi. Dan, akhirnya cairan itu keluar lagi.
Kali ini didalam vagina Jenny. Setelah cairan itu keluar, Jenny melepaskan vaginanya
dari penisku kemudian dia menjilati cairan sperma yang tersisa di penisku. Jenny pun
selesai denganku. Aku benar-benar merasa jijik dengan ulah mereka semua. Mereka
semua menyetubuhiku yang masih dengan seragam lengkap.
Jenny kemudian berkata pada Eka “Tuh, giliran lu”
“Nggak ah, gw ga ada nafsu sama sekali ma tu anak” jawab Eka.
“Parah lu, dasar lesbi” timpal Cindy.
“Biarin, EGP” jawab Eka.
“Alhamdulillah, cobaan ini telah berakhir” pikirku begitu Eka menolak menyetubuhiku.
Tapi aku baru sadar bahwa Cindy belum melakukannya.
“Yaudah, klo ga mau biar gw yang ngabisin, hahha” kata Cindy.
“Astagaaa” pikirku.
“Ok Ndi, ronde ke-3 dimulai. Are u ready?” tanya Cindy.
Aku menggeleng-gelengkan kepala minta ampun supaya dihentikan semua ini. Namun Cindy
tidak menggubrisnya. Seperti Rini, dia memulai dengan mengulum penisku. Karena sudah
agak loyo, kali ini spermaku keluar setelah hampir 20 menit. Setelah puas nyepong
aku, dia pun menjilati sisa-sisa sperma tanpa sisa. Dia benar-benar seperti
profesional dan aku yakin ini pasti bukan yang pertama baginya.
Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan ini semua.
Ternyata dia masih melanjutkan ronde ke-4. Dia memasukkan penisku ke dalam
vaginanya. Tapi yang ini lain, aku benar-benar terbawa dalam permainannya dan aku
merasakan kenikmatan. Dia menggenjot dengan perasaan. Aku yakin dia benar-benar
profesional. Akhirnya aku pun orgasme dan cairan itu keluar di dalam vagina Cindy.
Setelah itu aku benar-benar merasa teler telah meladeni ketiga wanita itu.
Tiba-tiba Jenny bertanya “Mau makan Ndi?” Aku mengangguk. “Yauda, mandi sana dulu”
Lalu Jenny melepaskan ikatanku. Kemudian dia berkata “Jangan kabur lu. Lu mpe nyoba
kabur ga segan-segan gw potong tu penis. hahaha”
“Iya Jen” jawabku dengan takut. Kemudian aku pun mandi. Karena tak punya baju ganti,
kupakai lagi seragam putih dan celana abu-abu itu. Kemudian aku menuju ruang makan
dimana mereka berkumpul. “Ayo Ndi makan, ga usah malu-malu gitu lah” canda Cindy.
Aku hanya tersenyum. Setelah itu aku pun makan dengan lahapnya. Kemudian aku
bertanya “Kapan aku bisa pulang Jen?”
“Besok ya Ndi” jawab Jenny. “Karena….”
“Karena apa Jen” tanyaku.
“Karena malam ini lu belum selesai, hahaha” kata Jenny.
Seketika dia langsung mencengkeramku bersama 3 orang temannya dan mengikatku lagi
persis seperti posisi awal tadi.
“Oh, Tuhan. Cobaan belum usai” pikirku.
Dan seperti sebelumnya mereka menggilirku. Tapi kali ini aku sudah bisa agak
menikmati permainan mereka, meskipun dengan rasa agak tersiksa.
Keesokan sorenya aku diantarkan pulang oleh Jenny. Dia berpesan “kalo sampe lu
bongkar, lu mati!!”. Aku hanya mengangguk. Dan akhirnya sampai lulus SMA saya tetap
menjaga rahasia itu. Bahkan ketika dulunya masih bertemu dikelas, mereka pun
tersenyum-senyum dan saya membalasnya dengan senyum yang agak terpaksa. Yah,
setidaknya saya sedikit menikmat permainan mereka meskipun dengan agak tersiksa.


Perawan adikku yang aku rengut

cerita ini bermula ketika aku sedang bermain bersama adikku, dia adalah adik
sepupuku tapi sudah aku angap adikku sendiri, dia berumur 17 thn, saat itu aku baru
berumur 18 thn, dia cantik mempunyai bentuk tubuh yang seksi dan payudarahnya sudah
mulai tumbuh. aku sering menginap di rumahnya, ya maklum rumah kami dekat. aku
sering smsan am dia.
suatu hari saat aku curhat ke dia karena pada saat itu aku baru putus sama pacarku,
dia pengertian sekali sama aku, saat kami saling smsan tiba-tiba dia blz smsku
dengan kata “aku pengen cium kamu” me to” dia terus menantangku. pada suatu malam
tanteku(ibu adikku) akan pergi keluar dia menyuruhku menemani adikku itu. aku pun
pergi k rumah adikku jam 21.30. lam kami mengobrol tak terasa sudah jam 10 lebih.
lalu adikku tiba-tiba bicara “kak berani ngak mencium aku?” aku menjawab “beradi
dek” tiba-tiba adikku menyodorkan mulutnya. tanpa ragu aku langsung melahap habis
bibirnya yang mungil itu, dia seperti menikmati ciumanku,
mulut kami saling melahap lidahnya. taklama aku mendengar suara hembusan nafas
adikku terangah-angah, ternyata dia sudah mulai merangsang. tak tahu setan apa,
tiba-tiba tanganku masuk ke dalam bajunya yang sedikut longar itu, dan kutemukan
gundukan yang sangat kenyal. aku remas remas gundukan itu lalu aku lepaskan pakaian
adikku yang sedang menikmati jari-jariku yang ada di payudarahnya.
dan akupun terpana melihat kemolekan tubuh adikku, akupun lansung melumat dan
menyedot puting adikku, dia seperti merasa sangat nikmat dengan perlakuanku itu, dia
menekan wajahku ke dadanya. kini jsri-jsriku beralih ke agian bawah yang ku temukan
adalah lubang vagina adikku yang lembut aku memasukkan jari2ku kedalamnya dia sangat
menikmatinya. mulutkupn ikut turun kebawah lidahku mulai menjilatinya, dia
mengeram-ngeram sanagt menikmatinya. tak lam aku merasakan cairan yang hangat keluar
dari vagina adikku ternyata dia udah dipuncaknya.
lalu kami pindah kekamarnya didalam kamar aku membaringkannya di pinggir tempat tidur.
lalu kukeluarkan penisku yang sudah dari tadi menegang, adikku memegangnya tanpa ragu
dan mulai mengocoknya aku sangat menikmatinya, kemudian aku mencumbuinya dan aku
menyodorkan penisku di depan mulut vaginanya, dia berkata ” jangan kak adik masih perawan” aku
menghiraukannya dan tetap melai memasukkan penisku dengan perlahan dia
mengerang kesakitan. lalu aku melumat bibirnya dan dengan satu hentakan keras
penisku masuk seluruhnya kedalam vaginanya. dia menjerit kesakitan.
tapi saat itu keadaan rumah sedang sepih! aku mendiamkan sejenak penisku didalam selama 3 menit.
lalu aku mulai memajumundurkan penisku rasanya sangat enak penisku terasa dipijat,
adikku yang tadinya merasa sakit kini mulai terangsang lagi
setelah 30 menit aku mengocok mengaduk vagina adikku, diapun sudah orgnsme 3 kali.
kini aku mulai merasakan tekanan dari penisku, aku sudah menahanya lama, lalu aku
keluarkan penisku agar maniku tidak keluar di dalam dan membuat dia hamil. aku
mengeluarkannya diluar. setelah itu kami tidur bersama sekitar 20 menit lalu adikku
bangun dan menuju kamar mandi, segera aku susul, didalam kamr mandikamu mandi
bersama “dik mafin kakak ya, kakak sudah merengut perawan adek” lalu adikku
menaggis! kejadian itu pun sering terulang kalau rumah lagi sepi hingga saat ini

Bermula ketika menyaksikan istri selingkuh, sekarang saya jadi ketagihaN

Bro dan Sist sekalian, mohon maaf jika pengalaman pribadi saya ini dianggap tidak wajar, tetapi demikian adanya kebiasaan seks yang tidak lazim kami lakukan ini berawal dari perselingkuhan istri saya dengan mantan pacarnya waktu di SMA dulu
Bermula sekitar 4 thn lalu, saya keluar dari pekerjaan dan mencoba merintis usaha sendiri, untuk itu supaya saya bisa survive maka anak sama istri saya , saya taruh di kampung di daerah jawa barat, untuk itu saya jarang pulang ke rumah, paling2 satu bulan sekali paling cepat. Setelah beberapa bulan berjalan setiap saya pulang ke kampung, saya suka mendengar tetangga di kampung suka membicarakan tentang istri saya yang mulai kembali berhubungan dengan mantan pacar pertamanya waktu SMA dulu, Cuma saya tidak begitu menanggapi , Cuma karena udah terlalu sering dan gosipnya sudah mulai macam2 dan menjurus ke hal2 yang negative (katanya mantan pacar istri saya ini suka masuk rumah saya malam2), maka saya juga jadi penasaran , untuk itu saya mulai membuat sebuah rencana untuk menjebak mereka , kebetulan rumah yang saya dan istri tempati ini adalah bekas rumah kakaknya mertua saya dan jaraknya sekitar 20 mtr dari rumah mertua, jadi saya berpura2 setiap pulang ke kampung saya tidak pernah tidur di rumah, melainkan tidur di rumah mertua dengan alasan sambil mengerjakan proyek, kebetulan juga rumah yang saya tempati itu listriknya tidak kuat, suka mati kalo di pakai untuk membetulkan mesin, makanya dengan alasan itu , saya bisa memasang kamera mini yang saya pasang di ruang tamu dan satu lagi di kamar tidur istri saya (kebetulan istriku dulunya agak gaptek dia tidak tahu kalau sedang di awasin pakai kamera ), kebetulan anakku dua2nya sudah pintar tidurnya di kamarnya sendiri.
Satu dua hari belum ada tanda2 yang mencurigakan, saya juga bingung padahal kata orang2 si Ujang ( nama mantan pacar istri saya ) hampir tiap malam, datang ke rumah, setelah saya selidikin ternyata dianya sedang pergi ke Bandung sedang mengurus surat2 mobil ( pantesan tidak kelihatan seharian ). Pada malam keempat, tiba2 di kamera terlihat istri saya berjalan mengendap2 menuju pintu, sambil membuka pintu perlahan2, begitu pintu terbuka masuklah si Ujang ke dalam rumah , dan saya yakin itu si Ujang, dari perawakannya yang tidak terlalu tinggi dan sedikit gemuk, sama rambut ikal sedikit gondrong tidak salah lagi itu memang benar si Ujang mantan pacar pertama istri saya ( herannya kok istri saya mau yah ), mereka berdua mengobrol sebentar, saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan soalnya kameranya memang tidak saya pasang audionya, takut berisik, nanti mertua saya malah curiga, selama ini kan beliau tahunya saya sedang membetulkan TV di kamar, tidak berapa lama kemudian , ‘EHHH’ si Ujang itu malah mulai memegang2 tangan istri saya, terus tangannya mulai membelai2 rambut istri saya dengan mesra , ‘KURANG AJAR’ saya jadi panasss bangett, cuma saya mencoba untuk menahannya, tidak berapa lama malah istri saya yang memegang pinggang si Ujang, terus menarik2 tangannya dan mengajaknya menuju ke kamar, ‘bangsat!!!!’, saya memaki dalam hati, saya sudah mulai tidak bisa menahan diri lagi, apalagi ketika si Ujang juga mulai membalas merangkul tubuh istri saya , tangan saya sudah mengepal rasanya mau memukul saja gambar yang ada di TV, tidak berapa lama mereka berdua masuk ke dalam kamar, buru2 saja saya memindahkan jegnya ke kamera yang saya pasang di kamar tidur, celakanya begitu saya pindahkan malah jadi tidak jelas, tidak keluar gambarnya !!, mungkin karena penerangannya kurang memadai kali ya, dari pada keduluan mereka langsung aja saya keluar kamar dan menuju ke rumah saya, mertua saya sampe kaget melhat saya keluar kamar dengan terburu2, “ Aya naon A’? kok keburu2 ? “ tanya bapak mertua , “ Ohh , itu pak mau ambil tang “, saya jawab sekenanya aja deh.
Saya langsung pergi setengah berjingkat, takut berisik, saya masuk dari dapur, kebetulan pintu dapur mertua , berhadap2an dengan pintu dapur rumah saya , begitu masuk saya langsung bergegas menuju jendela kamar yang mengahadap dapur, kebetulan jendela di kampung umumnya cuma di tutup pakai kain saja, jadi saya bisa mengintip agak mudah dan jelas, dan ketika saya membuka sedikit, ‘WADUHH !!’ istri saya sama si Ujang sudah tidur2an di kasur, si Ujang sudah mulai mencium pipi istri saya, tapi anehnya kali ini saya malah tidak merasa emosi tuh, soalnya saya lihat istri saya juga menikmati sepertinya, matanya merem, terus tangannya mulai di lingkarkan di leher Ujang, terus kepala si Ujang di tariknya sampai wajah si Ujang berhadapan dengan wajah istri saya, ‘SETANNN !!!’ bibir istri saya mulai melumat bibir Ujang, “ mmpphh…mmpphhh “ Ujang dan istri saya berpagutan mesra, aneh sekali, perlahan2 kemaluan saya malah bergerak nih, ‘ SOMPRETT !!!!, kenapa malah bangun nih kanjut’ pikir saya , ‘WAH’ dari pada saya malah jadi salah tingkah akhirnya saya ambil aja kursi yang ada di dapur, pelan2 saya duduk di kursi sambil mengintip, saya lihat istri saya sudah mulai menarik2 kaos si Ujang, “ A’ ayo buka atuh kaos sama celananya “ rengek istri saya, Ujang menurut, dia mulai membuka kaosnya, sambil menurunkan juga celana panjangnya, “ Is… ( nama istri saya Euis ), biar Aa’ yang buka baju kamu yahh? “ Ujang berkata sambil tangannya mulai menarik kaos tanktop istri saya, ‘ WAHH !!! ‘ makin keras aja nih benda di selangkangan saya melihat adegan itu, tidak berapa lama terlepaslah baju istri saya, terus perlahan tangan Ujang mulai menurunkan celana Hawaii istri saya, posisi istri saya yang tengah tiduran celananya di tarik hingga lepas, sekarang pasangan selingkuh ini sudah setengah bugil, saya melihat benda di dalam celana dalam si Ujang sudah mulai berubah, tangan istri saya sudah mulai menyelinap masuk kedalam celana dalam Ujang, kelihatannya istri saya sudah mulai meremas2 kemaluan si Ujang, dan Ujang juga tidak mau kalah, dia mulai melepas tali Bra istri saya, sebentar saja sudah terlepas deh Bra istri saya, Ujang mulai meremas payudara istri saya secara perlahan2, walaupun sudah sedikit mengendur ( maklum sudah punya anak dua ) tapi dari bentuk sih masih lumayan bagus, apalagi puting susunya juga tidak terlalu besar, sambil merem-melek keenakan si Ujang mengulum pentil susu istri saya, yang sebelah kiri, sementara tangannya yang kanan terus meremas2 payudara istri saya yang bagian kanan, “ Ssssshhh….Aa’, enakkk bangettt sihhh….”, istri saya mengerang keenakan badannya menggeliat2, sementara tangannya terus giat meremas batang kemaluan si Ujang, “ Mmpph..mmbb…mbb…uhhhh….aku juga enak nih Iissss…..”, rintih Ujang sambil terus mengulum pentil susu istri saya, “ Aaaa’ udahhh donggg… Euissss… gak kuattt nihhh….”, istri saya menggelinjang, mendesah sementara tangannya sudah mulai berusaha melepaskan celana dalam si Ujang, tangan Ujang beringsut melepas celana dalammya sendiri, batang kemaluannya menyembul keluar dan menggantung, ukurannya sedang2 aja tuh kayaknya tidak berbeda jauh dengan kemaluan saya.
Begitu batang kemaluan itu lepas dari sangkarnya, istri saya dengan sigap menangkap kemudian meremas2 dengan gemas, karuan saja ini membuat Ujang mengerang, “Aahhhh….Iissss…ssshh …Uuhhh…..” Ujang melepas kulumannya di pentil susu istri saya, dia duduk bersandar di tembok, istri saya yang sudah gemas langsung aja melahap batang kemaluan Ujang, ujung kemaluan si Ujang di kenyot kuat2, Ujang mengerang kepalanya mendongak ke atas, perutnya tertarik saking kuatnya kenyotan mulut istri saya, “ Aaarrrgggghhhhh…..Euisss!!……Ampuuuunnnnnn, Ouuhhhhhhhh…………”, Istri saya mulai mengulum2 batang kemaluan Ujang, batang itu dia masukin terus di keluarin lagi dari mulutnya,” Ouuwbb…nymmm..mmhhh….slrrrupp..”, mulut istri saya,
terus menyiksa batang kemaluan Ujang, Dia mulai kepayahan tangannya meremas2 rambut istri saya,  “ Euisss…..uddaaahhh..aahhh…urang..teu kuattt deui…uuhhh….”, Ujang merintih sambil berusaha menarik kepala istri saya supaya mulutnya lepas dari kemaluannya. Tetapi istri saya sepertinya sudah kesetanan, sambil terus mengocok batang kemaluannya Ujang, mulutnya mulai membantai biji kemaluan si Ujang, mulutnya mulai mengulum sambil sesekali menggigit dua bola daging yang di tumbuhi bulu itu, Ujang menggeliat2 keenakan sesekali mulutnya menyeringai, mungkin ia sedang merasakan geli bercampur sakit karena biji kemaluannya sesekali digigit oleh istri saya , “ Akhh….ssshhh.. Ouhh…Ngeunahhh euyy….trusssshhh…enaaakkkkhhh..”, Ujang mengerang panjang sepertinya dia benar2 kepayahan deh, istri saya memang paling jago kalo di suruh Blow Job, saya saja lebih sering keoknya, “Mmbbbhhh….heghh…uukh..ukh…”, mulut istri saya terus mengulum, menggigit sambil tangannya mengocok batang kemaluan Ujang.
Selang beberapa menit kemudian saya melihat Ujang menarik kuat rambut istri saya, badannya terdorong ke depan, suaranya mengerang parau, “ Aarrrgghhh…Euiss… uranggg keluarrrrrr….aaahhhhhhh…”, dan….’crett..ccrett’ menyemprot lah cairan sperma Ujang di mulut istri saya, “ I..ih..ih.. Aa’ kok udah di keluarin sihhh???? “, istri saya protes sambil terus mengocok kemaluan Ujang hingga tetes sperma yang terakhir keluar, “ Ouhh..ukhh…Ukh.. habis geli sih Is …sshhh…aahhhh..”, tubuh Ujang ambruk ke kasur, sementara istri saya berusaha membersihkan mukanya yang belepotan cairan kenikmatan si Ujang, “ Terrusss…aku gimana dong Aa’… ?, rengek istri saya, ‘Huh !! Sialan !!’ kalo gak lagi ngintip sudah saya aja deh yang mengantikan si Ujang buat menyetubuhi dia, soalnnya nih kanjut sudah tegang 200%, ‘GILA !!’ horny nya lebih dari kalau saya melihat adegan di filem Be-eF atau kalau pas mau menyetubuhi istri saya , dua kali lipat , ‘Gustiiii…’ benar2 sensasi yang luar biasa, sampai2 saya harus membuka resleting celana , untuk membuat kanjut ini bisa bernafas..
Tak berapa lama kemudian istri saya sudah rebah di samping Ujang, sementara tangannya masih mengelus2 kemaluan Ujang yang sudah sedikit lembek, “ Aa’..gimana dong?..kanjutnya jadi lemes gini…”, rengek istri saya sambil tangannya di selusupkan ke dalam celana dalamnya sendiri ( sepertinya istri saya benar2 dikuasai nafsu birahi yang kuat ), “ Ayo dong Aa’ ini lubangku udah gatelll….ihh..”, kembali dia merengek, “ Sini Is…, Aa’ jilatin mau gak? “, lirih Ujang sambil mencium pentil susu istri saya , Ujang mulai membuka celana dalam istri saya, kemudian dia membuka paha istri saya lebar2 sehingga lubang kemaluan istri saya keliatan jelas, walaupun sudah pernah melahirkan sampai dua kali, tapi lubang kemaluan istri saya masih lumayan menggigit, ( tau deh sudah berapa kali lubang istri saya di masukkin kemaluannya si Ujang ), Saya melihat Ujang mulai menyiumi perut istri saya, kemudian semakin lama semakin turun, pas sampai di lobang kemaluannya, istri saya menjerit kecil, “ Ouhhh….Ahhhhh….sss
ssshhh…jangan di gigit Aaaa’, sakittt….”, jerit istri saya sambil tangannya meremas seprei kasur ,‘Sialan!!’, rupanya si Ujang balas dendam tadi kemaluannya di gigit istri saya, Ujang mulai menjilat2 lubang bagian dalamnya, hal ini membuat istri saya menggelinjang2 keenakan ( Padahal dia gak pernah mau kalau kemaluannya di jilat saya, takut songong katanya ), “ Ouuww…ssshh…gelliiiiii…uhh…ssshhh….geliiii..”.
istri saya mengerang2, makin beringas saja Ujang memainkan lubang kemaluan istri saya, sementara saya lihat istri saya semakin liar, kepalanya di goyang kekiri-kekanan, tangannya menjambak dan menarik2 rambut si ujang, pinggulnya ditarik maju mundur “Ouuhhh…owwhh..ssshhh…udahhh..udahhh..geliiii..”, rengek istri saya, ‘Waduhh’, mendengar istri saya mengerang2 semakin tegang aja nih kanjut, apa kanjut si Ujang juga sama?…Ehh..ternyata sama juga tuh, saya lihat kemaluan si Ujang perlahan2 mengeras, sambil terus menjilat kemaluan istri saya, Ujang mengocok2 kemaluannya sendiri hingga makin lama kelihatan kemaluannya semakin tegang, “ Sshh…mmbb..slrruppphh…nymmh..nymm…sshhh..”, Ujang terus membantai lubang kenikmatan istri saya, “ Euis…kanjut Aa’ udah siap nihh..di lanjut teu..???”, Tanya si Ujang sambil mengocok kemaluannya di depan lubang kemaluan istri saya, “ Lanjutiinnn…Aaa’..udah basah nihh….uhhhh…”, desis istri saya sambil mengangkang lebar2. Sejurus kemudian Ujang mulai memasukan kemaluannya di lubang kenikmatan istri saya, “ Ssssshhh……….”, Ujang mendesis panjang ketika kemaluannya masuk kedalam lubang nikmat istri saya, “ Uhhhhh….ssshh….aahhh Ouhhh…..enakkk…”, istri saya mengerang kenikmatan kelihatannya dia memang sudah tidak sanggup menahan birahinya, “ Ayuh atuh Aa’…di kocok dong kanjutnya…”, rengek istri saya. Ujang mulai menggenjot kemaluannya turun naik, ‘slepphh..clepp..cleephh..’ bunyi kemaluan istri saya nyaring sekali, itu menandakan kalau lubang surga istri saya sudah basah sekali dengan cairannya dia sendiri, sementara si Ujang berusaha memompa birahinya biar sampai puncak, tapi karena dia tadi sudah keluar sepertinya bakal lama nih ejakulasinya,
“ Ukhh..uhh..ukhh…ahh..ahhh..ukh…sshhh…uuhhh….ouhhh…” suara dua insan yang di kuasai nafsu memenuhi ruangan kamar, sesekali Ujang mengulum pentil susu istri saya, membuat istri saya semakin menggelinjang, “ Eeeehhh..ssshhh…enakkk Aaaa’…terusss..auwwwhh….ngeunahhhhhh…..Ooooooooo..”, melihat istri saya keenakan, Ujang terus mengulum pentil susu istri saya sambil terus mengocok kemaluannya turun naik, semakin lama semakin cepat sehingga membuat istri saya tidak kuat lagi menahan birahinya pinggulnya bergoyang cepat pantatnya diangkat dan…. ”Aaaaaahhhh  …Euissss… …..keluarrrr… .A’aaaa …Ooooooouuhhh……..”,Istri saya mengerang sambil pahanya di tutup rapat menjepit pantat ujang, ‘ serrrr…..’ cairan istri saya keluar sepertinya, saya melihat dari celah lobang kemaluannya, mengalir cairan bening, tangan istri saya meremas punggung Ujang kuat2, “ Akhh…aauwwwhh….ssshh…..Aahhhh….ouhhhhhh…enakkkk……….” Ujang yang merasakan hangat di kemaluannya semakin kuat menggenjot lubang surga istri saya sesekali pantatnya di putar2 sambil di dorong habis ke depan,
“ Ugh..ukh…uhh…uhhh…lobangnya banjirrr….uuhhh…”, rintih Ujang sambil terus mengocok kemaluannya, “ Ahh…uhhh…Brenti dulu…A’…Euis ngiluu….akhh..”, istri saya menjerit2, tapi kelihatannya Ujang gak peduli, dia terus menggenjot, karena merasa ngilu, istri saya membalas dengan menggoyangkan pantatnya kekiri-kekanan, sambil sesekali di hentakkan ke atas, Karuan aja si Ujang kewalahan, kemaluannya berdenyut-denyut ,“Ahhh…sshhhh….enakkk.ahh..ahhh…Ough”
Ujang mencengkram kedua tangan istri saya, gerakan pantatnya makin cepat, dan beberapa detik kemudian pantatnya di hentakkan kuat2….” Aarrrgggghhhh…..urang keluarrr …Isssssss………..Arrrrhhhhhhhhhhh….Ouuhhhhh………….”,
‘Crootttttt..crottt…’, Ujang mengerang panjang pantatnya berkedut2, tubuhnya di hempaskan di atas tubuh istri saya pantatnya terdorong ke depan sangat kuat, “ Ahhhh….sssshhhhhhh…..oouuhhhhh…..enakkk…..”,
lenguh Ujang sambil sesekali menggoyangkan pantatnya, kulihat spermanya mengalir keluar dari celah2 lobang kenikmatan istri saya, ‘ Sialll si ujang!!, ngapain air maninya di buang di dalam, untung aja istri saya KB kalo gak’, umpatku dalam hati, gak berapa lama Ujang turun dari tubuh istri saya, ‘ kesempatan nih mumpung dia berdua masih lemes, saya kerjain ah saya pura2 grebek aja’, pikir saya, soalnya terus terang saya juga gak marah dengan kelakuan mereka berdua malah saya menikmatinya, lihat aja ujung kepala kanjut saya malah basah, terus pelan2 saya jalan ke pintu kamar
‘Brakkkkk!!!’, pintu kamar saya tendang hingga terbuka, Ujang dan istri saya kaget bukan kepalang, “ bangs*ttt !!!, ngapain kamu berdua Ha???..”, hardik saya, muka Ujang pucat pasi istri saya langsung panik, “ A..ampun..kang..ampun….”, kata Ujang ketakutan,
“ Iya A’ aku juga minta ampun…”, rengek istri saya langsung mencoba memeluk badan saya, Cuma saya dorong lagi aja ke tempat tidur, “ Kamu berdua bikin malu!!, sekarang juga kamu berdua ke kantor desa!!, saya tarik tangan si Ujang, Ujang langsung sujud di depan saya, “ Ampuunnn kang, jangan bawa saya ke Kuwu ( panggilan kades kalo di kampung ), tolong saya kang, nanti bapak saya tahu dia jantungan ( si Ujang memang belum punya istri dan masih tinggal bersama orang tuanya ), saya mau di suruh apa aja, saya mau kang asal jangan di bawa ke pak kuwu, tolong kang..”, Ujang merengek sambil mencium kaki saya, gak berapa lama istri saya juga ikut sujud di kaki saya, “ Iya A’, tolong jangan bawa saya ke desa, Aa’ boleh ceraikan saya, saya rela…tolong jangan bawa ke desa nanti bapak jadi malu, kasian bapak A’..”, rengek istriku sambil terus menyiumi kaki saya, ‘Hmm…ini dia saya kerjain aja nih’ pikir saya dalam hati.” Ya sudah begini saja, kamu Jang bikin surat perjanjian bahwa kamu mau ngelakuin apa aja yang saya suruh, kalau kamu menolak, urusannya aku bawa ke kantor polisi, gimana?”, tanya saya sambil mengambil kertas dan ballpoint dari dalam laci, “ Iya kang saya sanggup…”, jawab Ujang lirih, sambil bangun menuju meja, “ Kamu Is!, kamu juga buat perjanjian kalau kamu juga mau aku suruh apa aja, kalo gak aku kasih tahu bapak kelakuan kamu ini dan aku laporin polisi karena kamu sudah berselingkuh”, kata saya sambil memberikan kertas ke istri saya, “ Iya A’, maafin saya yah…”, setelah kedua2nya selesai membuat surat perjanjian, saya suruh mereka berdua untuk ‘main lagi, “ Nah sebagai hukumannya kamu berdua harus mengulangi apa yang kamu perbuat tadi di hadapan saya, saya mau merekamnya buat bukti” kataku sambil mengambil HP kamera yang ada di saku ,
Ujang dan , saling pandang, mereka gak nyangka hukumannya bakal aneh begitu,
“ Tapi A’..? “, istri saya keheranan sementara Ujang cuma menunduk lesu, “ Sudah kamu mau apa tidak?, kalo tidak aku ke pak kuwu sekarang..”, aku berkata sambil mengarahkan kamera ke mereka berdua, “ I..iya,,deh A’…saya mau…” sahut istriku terbata2, “ Kamu jang..???…”, tanya ku, “ Saya terserah akang aja, tapi kayaknya saya gak sanggup kang tadi udah keluar dua kali, lagian saya malu kalo di liatin”, jawab Ujang sambil memegang kemaluaanya yang sudah lembek, “ Gak usah malu Jang, anggap aja aku gak ada, kan mumpung akunya juga gak marah, jadi kamu bisa main sepuas kamu gimana?”, kataku meyakinkan si Ujang, “ Ya udah deh kang, beneran gak apa2 nih aku main sama istri akang??”, tanya Ujang lagi, “ Udah, beneran gak apa2 kok, sana naik ke tempat tidur gih!!”, sahutku.
Ujang beringsut naik ke tempat tidur, sementara istri saya sudah duduk di atas tempat tidur, badannya sedikit di tutupi selimut, “ Euis !!, ngapain di tutupin biarin aja di buka, biar Ujang bisa nikmatin tubuh kamu “, kata saya mirip seorang sutradara yang sedang memberikan pengarahan ke para pemainnya, Ujang duduk di sebelah istri saya, mukanya masih pucat ketakutan.
“ Ayoh !!… Is…bangunin tuh kanjutnya si Ujang, kamu khan..jagonya kalo bangunin kanjut.”, kataku sambil mulai merekam mereka berdua, perlahan Euis bangun dan mulai menghampiri kanjut Ujang, jari tangannya yang lentik mulai mendarat di batang kanjut Ujang, sementara ujang mulai rebah di kasur, rupanya dia juga gak mau terlalu terlihat mukanya oleh sorotan kamera HP-ku, Euis sudah mulai beraksi, dia kelihatan agak canggung mungkin malu sama aku suaminya, mungkin pikir dia mana ada suami yang menyuruh istrinya bersetubuh dengan orang lain, “ Eh Euis.yang bener atuh,kalo kanjut Ujang gak keras2 kapan kalian mau mainnya???..”, kataku sambil terus merekam, Euis pun mulai memasukkan kepala kanjut Ujang di dalam mulutnya, dia kulum2 pelan2 sesekali dijilat2 ujung kepalanya, Euis memang pintar untuk yang satu ini, dia tahu titik mana di bagian kemaluan Ujang yang paling sensitif, buktinya Ujang mulai menggelinjang kegelian, Cuma dia gak berani mengeluarkan suaranya, “Heh…Jang…mana suaranya???….tadi waktu main yang pertama kok keras sekarang kok diam??,..Hayo…keluarin suara kamu !!…”, perintahku, Ujang dengan sedikit malu mulai bersuara, “ Sssshhhh…..mmmmpphhhhh….terrusss..Iissss….ouhhhh….”, rintih Ujang,
Euis juga makin bersemangat ketika melihat batang kanjut Ujang mulai mengeras, sisa2 air mani Ujang yang mulai mengering tidak di hiraukannya, dia terus menjilat dan mengulum2, “ Mmmmpppphhh…slrruuuppphhh…emmmmhh..emmhh…emmhh..”,
Kemaluan Ujang dia putar2, buah zakarnya di kulum sambil di tarik2 sampai kempot, karuan saja Ujang makin keenakan, “ Okh..Ukhh…ssshhh…enak..Is, benerrrrr….”, Ujang mengerang2 tangannya mulai meremas2 rambut istriku, sementara aku yang menyaksikan adegan itu juga mulai horny lagi nih, aku buka tali ikat pinggangku kemudian kanjutku kubiarkan keluar, Euis sempat melirik perbuatanku, Cuma dia tidak bisa komentar karena mulutnya penuh dengan biji zakar milik Ujang, sementara tubuh Ujang menggeliat2 sepertinya dia merasa ngilu karena sudah dua kali kanjutnya memuntahkan air mani, “ Uughhh…ohhh…ngiluuu euy..Iss…ngiluuu..atos atuhh..”,
Rengek Ujang memohon supaya istri saya menghentikan pembantaian pada kemaluannya.Kasihan juga si Ujang belum sempat istirahat lama kanjutnya sudah di paksa bangun lagi,
Akhirnya saya suruh istri saya supaya mulai beraksi, “ Euis..ayoh kamu naik di atas kanjut ujang, gantian kamu yang genjot sekarang..”, istri saya beringsut pantatnya berada di atas kemaluan Ujang, kemudian sambil terus di genggam perlahan kanjutnya di arahkan ke lobang kenikmatannya, sejurus kemudian dimasukkannya batang nikmat Ujang ke lobang vaginanya, “ Ahhhhh……”, istri saya mendesis ketika batang kanjut Ujang amblas ke dalam lobang kemaluannya, “ Uuuuuhhhhh…..ssshhh….”, Ujang mendesis juga kelihatannya dia sedang merasakan nikmat bercampur ngilu, istri saya mulai menaik turunkan pantatnya, ‘cleppsss…sleppphh…cleppss…’, bunyi kedua kelamin ini begitu nyaring mungkin karena lobang kemaluan istriku masih terisi oleh sperma Ujang jadinya bunyinya nyaring, apalagi kulihat batang kanjut Ujang belepotan cairan putih setiap keluar masuk lobang kemaluan istriku, “ Ouwh..ouwww..ssshhh….”
Istriku merintih2 keenakan, tangannya menggenggam erat sprei tempat tidur, Ujang yang berada di bawah juga gak mau kalah, tangannya meremas2 payudara istriku dengan mesra, “ Sssshhh….ennaaaakk….aahhhh…terrusss…. Issss….”, rintih Ujang keenakkan Istri saya makin bersemangat pinggulnya turun naik dengan cepat,
matanya merem melek, sementara mulutnya menganga mengeluarkan suara2 yang gak jelas,“ Ouwwhh…hrrrhhh….aarrrgggg….ooupppphhhh….owhh..ouwwggghh….”
beberapa menit kemudian saya suruh istri dan Ujang untuk berganti posisi, sekarang saya minta istri saya untuk nungging, “ Ayohh..Euis kamu sekarang nungging, biar Ujang tusuk lobang kamu dari belakang…”, istri saya menurut dia bangun kemudian menungging di atas tempat tidur, sementara Ujang beringsut menghampiri pantat istriku yang sudah menganga menunggu kanjutnya untuk di masukkan ke dalam lobang kenikmatannya, “ Eeegghhhh….ssshhhh…..”, Ujang mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam lobang vagina istriku, ‘ Sleeeppppsss…’, sekali tekan masuklah batang kanjut itu, “ Aaahhhhh…….ssssshhhhh…..ennaaaakkkk….”, istri saya mendesis panjang, batang kemaluan mulai keluar masuk lobang vagina istriku, bunyinya nyaring‘ Clepss..clophh…clops…clepss..cloph…cloph…’, Ujang terus menggenjot
kanjutnya, tangannya meremas2 pantat istriku “ahh…akhh..ukkh…ogghhh…ssshh…ohhh…uuhhhhh….enaakkkk…ssshhhh….”
Ujang terengah2 menikmati vagina istriku, “ Ssshhh….uhhh…aaaaaa….ennaakkk…”
Istri saya juga mengerang2 kenikmatan, Sementara saya lihat Ujang mulai kepayahan, dengan posisi bersetubuh seperti ini membuat kanjutnya tidak dapat bertahan lama,
“ Oghh..sssshhhh…..addd..ddduuuhhh….teuu…kuattttsss..deui…euuhhhh…….”,
Ujang menggenjot makin cepat, kemudian secara tiba2 dia mencabut kanjutnya dan mengocoknya di luar vagina istri saya di sertai lenguhan panjang, “ Aaaaaaaahhhhh…”,
‘Crroootttt…crettt..cre..cettt..’ muncratlah cairan mani ujang di atas pantat istriku
“ Urangggg…..Keluarrrrrrrr…..Ouuhhhhhhhh………”, Ujang mengerang2 perutnya berkedut stiap kali maninya menetes dari kepala kanjutnya, kemudian dia ambruk ke kasur, “ Yahhh…Jang…kamu udah keluar?..”, tanyaku sambil mengarahkan kamera Hp-ku kearah Ujang yang terduduk lemas, “ Uhh..iya..kang, gak kuat kalo gaya kayak gitu”, Ujang berkata lemah sambil mengelap kanjutnya dengan kain seprei
Aku mematikan proses rekamnya, kemudian aku melihat ke arah istriku yang masih nungging di kasur, sambil membuka celana dan kaosku aku menyuruh Ujang untuk turun dari kasur, “ Sudah kamu turun Jang duduk di kursi gantian aku yang mau ng*nt*t nih”,Kata saya sambil menghampiri tubuh istri saya Euis.
Malam itu saya mampu bersenggama dengan istri saya lebih dari biasanya, saya merasakan nikmat senggama yang luar biasa, ini karena sensasi yang saya dapatkan dari melihat adegan istri saya bersenggama dengan Ujang.

Aku Tak Tahu Siapa Ayah Anakku

Aku hidup dalam sebuah keluarga yang bisa dibilang sangat otoriter. Ayahku seorang perwira menengah kepolisian, sehingga beliau mendidik anak-anaknya dengan sangat tegas dank keras. Beliau juga berharap bila kami sudah besar nanti, kami bisa menjadi abdi Negara seperti didirnya. Namun sayang Tuhan lebih dulu memanggilnya saat aku masih berumur tujuh tahun.
Sejak ditinggal ayah, aku besar dan tumbuh dalam didikan ibu. Terus terang saja diantara anak-anaknya yang lain aku paling dimanja, mungkin karena aku anak perempuan satu-satunya yang dimiliki ibu. Di rumah aku dikenal sangat pendiam, terlihat alim dan tidak suka berbuat yang aneh-aneh, sehingga ibu tidak banyak memproteksi kegiatan-kegiatanku. Padahal, di luar rumah, aku sama seperti anak-anak lain.
Saat puber dan mulai jatuh cinta, aku juga berkencan dengan pria idamanku. Tapi untuk menjaga citraku yang baik dihadapan ibu, aku tumbuh dalam sikap kepura-puraan. Didepan kakak-kakakku, aku selalu bersikap seolah aku anti pacaran, padahal kenyataan sesungguhnya aku gemar sekali berganti-ganti pasangan.
Entah mengapa, aku lebih menyukai sosok pria yang usianya jauh lebih tua dariku. mungkin karena aku merindukan fgur ayah yang tak lagi kumiliki sejak aku masih kecil, karena beberapa kali dekat dengan pria yang sudah matang, akupun jadi lebih cepat dewasa. Apalagi tubuhku yang bongsor membuat orang mengira aku berumur jauh lebih dewasa.
Suatu hari, ketika aku dan ibu mengantar makanan untuk kakakku yang sedang menjalani pendidikan polisi, aku berkenalan dengan komandannya. Karena seringnya mengunjungi kakak, akupun jadi dekat dengan komandan kakakku itu.
Sebut jaja namannya Hari, sosoknya penuh kharisma dan tampan. Sejak awal bertemu aku sudah jatuh cinta padanya. Sampai-sampai aku tidak memperdulikan statusnya yang telah beristri. Apalagi Hari bercerita bahwa ia ingin beristri lagi, karena sampai saat ini ia tidak memiliki anak dari pernikahannya.
Aku merasa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, dan aku punya harapan besar padanya, karena dia menginginkan anak dariku dan hubungan kamipun semakin dekat. Tentu saja kami harus mencari seribu alasan pada keluarga kami masing-masing agar kami bisa lebih sering berdua. Karena perasaanku yang begitu dalam, aku tak berpikir panjang lagi ketika Hari mencumbuku dan membawaku pada puncak kenikmatan duniawi, apalagi Hari berjanji padaku bahwa saat aku hamil ia akan menikahiku.
Setelah berkali-kali berhubungan badan dan berbulan-bulan menanti, aku tak kunjung hamil. Perasaanku mulai cemas, terlebih ketika Hari mulai menjauhiku. Diam-diam aku mendatangi kantor Hari. Ternyata hal itu membuatnya marah besar. Hari lalu memintaku untuk tidak lagi menemuinya lagi, dan sejak saat itu aku tak pernah bertemu ia lagi. Kudengar dari temannya, Hari meminta dipindah tugaskan kekota lain.
Sejak perpisahan yang menyakitkan itu, aku benar-benar merasa sangat kehilangan semangat hidup. Dan saat itu timbul rasa dendamku terhadap semua laki-laki dan aku berniat menghancurkan kehidupan mereka. Dengan menjadi perempuan panggilan mungkin dendamku terhadap laki-laki akan terbalaskan.
Setelah sekian bulan menjadi perempuan panggilan, akhirnya aku merasa ada yang berubah dengan tubuhku, hampir tiga bulan aku tak mendapat tamu bulanan. Aku sedikit takut karena aku memang tak selalu menggunakan alat kontrasepsi saat aku berhubungan badan dan untuk menghlangkan keraguan, aku melakukan tes dengan alat deteksi kehamilan dan ternyata aku memang benar-benar hamil. Seketika itu juga tubuhku lemas tak berdaya. Aku tak tahu harus kepada siapa aku meminta pertanggung jawaban atas kehamilan ini, karena begitu banyak laki-laki yang pernah bersetubuh denganku.
Sejak hamil, aku tak berani keluar rumah, sehingga tak satupun teman dan tetangga yang mengetahui keadaanku. Kakak-kakakku yang selama ini menganggapku sebagai anak yang baik, penurut dan alim, sangat kecewa padaku. Dan ibu, meski tak memperlihatkannya, ia pasti sangat kecewa dan terpukul.
Aku yakin siapapun yang mengetahuiku kisahku ini pasti akan mengutukku. Saat ini yang membuatku kuat hanyalah anakku. Singakt cerita anakku lahir dengan selamat, tubuhnya montok, kulitnya putih sepertiku. Dia sangat tampan, yang menjadi pikiranku saat ini adalah bagaimana aku bisa menghidupinya. Setelah sadar dengan apa yang kulakukan selama ini, aku justru kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Usiaku saat ini hampir mencapai 30 tahun, untuk berkerja dipabrik aku sudah terlalu tua. Apalagi aku tidak punya keterampilan apapun. Aku berharap ada yang mau menolongku atau paling tidak memberiku saran. Aku tahu masa laluku hitam, namun aku masih berharap ada sekelumit harap untukku dan anakku ………



Tidak ada komentar:

Posting Komentar